Sejarah

Sejarah Poltekpar Makassar

Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (BPLP) yang diresmikan tanggal 18 September 1991 merupakan cikal bakal Poltekpar Makassar saat ini. BPLP Ujung Pandang merupakan prakarsa Bapak Ir. Yonathan L. Parapak yang saat itu menjabat Sekjen Deparpostel dan Bapak Prof. Dr. Ahmad Amiruddin selaku Gubernur Sulawesi Selatan. Pendirian BPLP di Ujung Pandang dimaksudkan untuk menjawab kekurangan tenaga profesional di bidang kepariwisataan.

Pada awalnya (BPLP) Ujung Pandang didirikan, dengan program sertifikat. Baru setahun kemudian membuka program pendidikan dengan jenjang pendidikan Diploma 2 untuk program studi Kantor Depan, Tata Graha, Tata Hidangan dan Tata Boga.
Setelah meluluskan alumni program diploma 2 yang pertama pada tahun 1994 selanjutnya BPLP pembuka program diploma 2 Usaha Pejalanan Wisata dan Diploma 3 (D3) lanjutan (1 Tahun) dari program Diploma 2 (D2), perhotelan. Selain itu, BPLP juga melakukan pelatihan usaha pariwisata dan manajemen kepariwisataan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kawasan Timur Indonesia.

Dua tahun kemudian, perguruan ini membuka jenjang Diploma III (D3) dengan program studi Manajemen Divisi Kamar, Manajemen Tata Hidangan, Manajemen Tata Boga, Manajemen Usaha Perjalanan. Pada tahun yang sama dilakukan kerjasama dengan British Council dalam hal bantuan tenaga pengajar.

Pada tahun 1997 perguruan ini berubah nama menjadi Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar sesuai keputusan menteri KM.27/OT.001/MPPT97. Saat itu juga dilaksanakan kerjasama dengan (Japan International Cooperation Agency (JICA) dan ALLIANCE Francaise dalam hal bantuan tenaga pengajar dan sarana pembelajaran. Selanjutnya Akpar Makassar menjalin kerjasama dengan AUSAID melalui bantuan tenaga pengajar dan MARA Institute (Malaysia) dalam pengiriman tenaga pengajar.

Sebagai pengembangan kerjasama sebelumnya, Akademi Pariwisata Makassar ditunjuk oleh AUSAID sebagai Makassar Tourism Training Project dengan Pilot Project selama empat tahun. Implementasi kerjasama tersebut adalah pelatihan dan pengujian berbasis kompetensi di bidang pariwisata dan sekaligus mengirim 12 dosen untuk belajar di Canberra Institute of Technology – Australia

Pada tahun 2007, Akpar Makassar menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional tentang Workshop Nasional sinergi Akademi Pariwisata Makassar dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Setelah itu, Akpar Makassar memperoleh akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional untuk semua jurusan yang ada.

Selang setahun kemudian, Poltekpar Negeri Makassar menempati kampus baru di Jl. Gunung Rinjani di kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga. Sebelumnya, kampus Akpar Makassar berlokasi di Jl. Cenderawasih. Kampus baru tersebut berdiri di atas areal seluas kurang lebih 16 hektar dan dilengkapi dengan sederet fasilitas belajar mengajar, sarana laboratorium yang berstandar internasional.

Sejak 2010, Poltekpar Negeri Makassar juga membuka program pendidikan diploma empat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali. Dalam program afiliasi tersebut digelar tiga program studi yakni Administrasi Perhotelan, Manajemen Kepariwisataan serta Manajemen Konvensi dan Perhelatan.

Pada Bulan Septemner Tahun 2015, Akademi Pariwisata Makassar resmi beralih status menjadi Politeknik Pariwisata Makassar. Peresmian alih status tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr. H. Ir. Arief yahya, M.Sc.