Makassar, 6 Oktober 2026 – Politeknik Pariwisata Makassar melaksanakan evaluasi Project Based Learning (PBL) pada 5–6 Oktober 2026 di CWS, Gedung Rektorat Poltekpar Makassar. Kegiatan ini melibatkan empat program studi dari Jurusan Perjalanan dan Kepariwisataan, unsur manajemen, dosen program studi, serta mahasiswa.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Muhammad Arfin Muhammad Salim. Dalam arahannya, Arfin menyampaikan bahwa PBL mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif sekaligus memperdalam materi yang telah diajarkan melalui pengalaman belajar berbasis proyek.
“Melalui PBL, mahasiswa memiliki kesempatan untuk lebih mendalami materi yang telah diajarkan dengan mengaplikasikannya dalam sebuah proyek. Proses ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih kreatif dan aktif,” ujar Arfin.
Implementasi PBL di Poltekpar Makassar telah berjalan selama kurang lebih dua tahun melalui kerja sama dengan Swisscontact dan dinilai telah memberikan hasil yang baik. Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan PBL sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.
Asesor dari Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Muslim Ansori dan Hendawan Soebhakti, turut memberikan pendampingan dalam proses evaluasi. Muslim Ansori menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan dengan meninjau standar, aspek, dan indikator implementasi PBL pada semester sebelumnya.
“Dari hasil evaluasi dilakukan pleno untuk membahas temuan serta merumuskan rekomendasi perbaikan,” jelas Muslim.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Swisscontact, Prihangkasa Yudiantoro dan Asri Kasim, serta perwakilan Politeknik ATI Makassar sebagai fasilitator.
Hasil evaluasi dan rekomendasi tersebut menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan pelaksanaan PBL pada periode berikutnya, sehingga proses pembelajaran dapat semakin terarah dan memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi mahasiswa.
