Makassar – Politeknik Pariwisata Makassar bersama Swisscontact menyelenggarakan Evaluasi Program Industry Based Learning (IBL) 2026 pada Selasa (21/7) di Co-Working Space Poltekpar Makassar. Kegiatan yang dibuka oleh Kabag AAKU Poltekpar Makassar, Buntu Marannu Eppang, ini menjadi forum refleksi bersama antara perguruan tinggi dan mitra industri untuk mengevaluasi pelaksanaan program IBL sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.
Program Industry Based Learning (IBL) merupakan bentuk pembelajaran berbasis industri yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa. Pada tahun 2026, program ini diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Seni Kuliner, Divisi Kamar, dan Tata Hidang yang menjalani pembelajaran langsung di berbagai mitra industri.
Dalam sambutannya, Buntu Marannu Eppang menyampaikan bahwa evaluasi merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan Industry Based Learning tetap selaras dengan kebutuhan dunia industri. Masukan dari para mitra diharapkan menjadi bahan penyempurnaan program sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Swisscontact serta mitra industri yang selama ini menjadi lokasi pelaksanaan IBL, di antaranya Hotel Aston, Four Points, Aryaduta, Novotel, Mercure, Gammara, Ibis Center, Ibis Styles, Grand Asia, Restoran Kaizen, Concrete Café and Food, Kopitur Makassar Café, Bosmie Coffee & Eatery, dan Ocean Café.
Melalui evaluasi ini, Poltekpar Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri pariwisata, sehingga lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
