Politeknik Pariwisata Makassar

Poltekpar Makassar Dampingi 40 Pelaku Usaha Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Mamasa

MAMASA — Sebanyak 40 pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Mamasa mengikuti kegiatan Pendampingan Pengelolaan Destinasi Berbasis Paket Wisata, Ramah Lingkungan, dan Ramah Muslim. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dan Pemerintah Kabupaten Mamasa pada 28–29 Agustus 2026 di Osango. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menandai tahun kelima kolaborasi kedua institusi dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Mewakili Direktur Poltekpar Makassar, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Prof. Ilham Junaid, Ph.D., menegaskan bahwa konsep Muslim Friendly Tourism bukanlah eksklusivitas, melainkan layanan inklusif yang tidak mengubah identitas budaya daerah. Ia menilai harmoni keberagaman agama serta kekayaan alam dan budaya di Mamasa adalah modal sosial kuat yang bisa dikemas menjadi aset wisata bernilai jual tinggi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Arvin Ital Putra, mengapresiasi konsistensi Poltekpar Makassar. Ia menekankan bahwa keindahan alam tidak cukup tanpa dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. SDM yang tangguh menjadi kunci agar pariwisata Mamasa mampu bersaing dan mendongkrak perekonomian masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selama pendampingan, peserta mendapatkan materi komprehensif dari lima narasumber, yakni Prof. Ilham Junaid (Pengelolaan Destinasi), Arvin Ital Putra (Kebijakan Pariwisata), Dr. Rahmawati (Pengelolaan Paket Wisata), Risman Jaya (Pariwisata Ramah Lingkungan), dan Mia Rahayu (Penyusunan Paket Wisata). Lewat sesi praktik, peserta langsung didampingi untuk menyusun dan memasarkan itinerary paket wisata mereka.

Para pelaku usaha, seperti Meilson Irvandi (pengelola wisata air terjun) dan Hermin (pengelola kopi & homestay), menyadari pentingnya kolaborasi dan pengelolaan yang terintegrasi antara alam, promosi, dan pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, ekosistem pariwisata Kabupaten Mamasa diharapkan semakin kuat, lestari, dan ramah bagi seluruh wisatawan, guna mewujudkan Mamasa sebagai destinasi unggulan di Sulawesi Barat.

Scroll to Top