
Makassar — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia resmi meluncurkan Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata Tahun Akademik 2026, membuka akses bagi generasi muda Indonesia untuk bergabung dalam pendidikan vokasi pariwisata yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Pendaftaran SBM dibuka mulai 11 Februari hingga 1 Mei 2026.
Grand Launching dilaksanakan dengan Politeknik Pariwisata Makassar sebagai tuan rumah. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai fondasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata nasional.
Dalam laporannya selaku Ketua Panitia PENSISBA Antar Poltekpar 2026, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar menegaskan bahwa SBM merupakan komitmen bersama enam Poltekpar untuk menghadirkan sistem seleksi yang terstandar, transparan, akuntabel, dan berorientasi mutu. SBM 2026 juga diposisikan sebagai etalase nasional pendidikan vokasi pariwisata berbasis capaian lulusan (outcome-based).
Tahun Akademik 2026, total kuota penerimaan mahasiswa baru pada enam Poltekpar mencapai 3.610 mahasiswa, dengan alokasi 2.166 kursi (60 persen) melalui Jalur Seleksi Bersama Masuk dan 1.444 kursi (40 persen) melalui Jalur Seleksi Mandiri Masuk. Enam Poltekpar tersebut meliputi NHI Bandung, Bali, Makassar, Medan, Palembang, dan Lombok. Target pendaftar SBM ditetapkan sebesar 175 persen dari kuota atau sekitar 3.791 calon mahasiswa guna menjaring kandidat terbaik secara nasional.
Peluncuran SBM 2026 secara resmi dilakukan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ibu Widiyanti Putri Wardhana, yang hadir secara daring, serta diikuti secara online oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ibu Ni Luh Puspa.
Dalam arahannya, Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja yang semakin kuat dan memberikan optimisme bagi pembangunan ke depan. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta kunjungan, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,2 miliar perjalanan. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat sebesar 1.267 dolar Amerika Serikat, melampaui target, serta sektor ini telah menyerap 25,91 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Menteri juga memaparkan enam tren utama pariwisata global dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026, yaitu: cultural immersion, eco-friendly tourism, nature and adventure tourism, culinary tourism, wellness tourism, serta bleisure dan MICE. Tren tersebut mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan yang semakin mengutamakan pengalaman personal, berkelanjutan, dan bernilai.
Untuk menjawab dinamika tersebut, Kementerian Pariwisata menjalankan lima Program Unggulan Tahun 2026, meliputi penguatan keselamatan wisata sebagai fondasi destinasi, pengembangan desa wisata, penguatan program Pariwisata Berkualitas melalui kurasi paket tematik bernilai tinggi, penguatan Event by Indonesia, serta transformasi digital pariwisata (Tourism 5.0) melalui integrasi kecerdasan artifisial dalam platform Indonesia.travel dan pengembangan ekosistem event berbasis digital.

Menteri menegaskan bahwa transformasi pariwisata menuju pariwisata berkualitas sangat ditentukan oleh kesiapan SDM. Daya saing ke depan tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan, penguasaan teknologi, serta perspektif keberlanjutan. Karena itu, pendidikan vokasi melalui Politeknik Pariwisata menjadi garda terdepan dalam menyiapkan SDM yang adaptif, profesional, dan berdaya saing global.
Seluruh Poltekpar mengusung pesan bersama dalam SBM 2026:
“Siap Kerja, Siap Berwirausaha, dan Siap Mendunia – Kuliah di Poltekpar Aja.”
Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses melalui:
sbmpoltekpar.kemenpar.go.id
