
Politeknik Pariwisata Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pariwisata yang unggul melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Tourism in Disruption Era: Strategies for Effective Response” pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Balairung I Wayan Bendhi dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Kuliah umum ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kontekstual yang mengangkat isu-isu aktual di industri pariwisata, khususnya dalam menghadapi era disrupsi yang ditandai dengan perubahan cepat akibat perkembangan teknologi, pergeseran perilaku wisatawan, serta dinamika global yang tidak menentu.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia oleh Kepala Subbagian Administrasi Akademik, Maryam Yusuf. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam memperkaya wawasan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca peluang dan tantangan nyata di industri pariwisata.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas serta mampu merespons perubahan dengan strategi yang tepat,” ujarnya.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Syahrial Manaf. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa era disrupsi menuntut insan pariwisata untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi, kreativitas, dan inovasi.
Ia juga mengingatkan bahwa industri pariwisata merupakan sektor yang sangat dinamis dan rentan terhadap perubahan global, sehingga kesiapan mental dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Levie Lantu, yang merupakan alumni BPLP tahun 1993. Kehadiran beliau memberikan nilai tambah tersendiri, tidak hanya sebagai praktisi, tetapi juga sebagai bagian dari alumni yang telah berkiprah di industri.
Dalam pemaparannya, Levie Lantu mengangkat berbagai isu penting terkait “Tourism in Disruption Era: Strategies for Effective Response”. Ia menjelaskan bahwa disrupsi bukanlah ancaman semata, melainkan peluang bagi pelaku industri pariwisata untuk bertransformasi.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan pariwisata, perubahan preferensi wisatawan yang semakin mengarah pada pengalaman autentik, serta perlunya peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi produk, serta kemampuan membaca tren sebagai strategi utama dalam mempertahankan daya saing di tengah perubahan yang cepat.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Islahuddin, yang memandu jalannya diskusi secara dinamis dan komunikatif. Suasana kuliah umum berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme mahasiswa dalam mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
Berbagai pertanyaan yang diajukan mencerminkan ketertarikan mahasiswa terhadap isu-isu aktual di dunia pariwisata, sekaligus menunjukkan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam menghadapi tantangan industri di masa depan.
Melalui pelaksanaan kuliah umum ini, Politeknik Pariwisata Makassar berharap dapat terus membekali mahasiswa dengan wawasan, keterampilan, serta pola pikir yang adaptif dan inovatif. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di sektor pariwisata.
