Politeknik Pariwisata Makassar kembali melaksanakan Jiwa Korsa dengan tema “Melalui Jiwa Korsa Melangkah Bersama Mencapai Poltekpar Unggul Berdaya Saing Internasional”

 

Politeknik Pariwisata Makassar kembali melaksanakan Jiwa Korsa dengan tema “Melalui Jiwa Korsa Melangkah Bersama Mencapai Poltekpar Unggul Berdaya Saing Internasional”. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Jiwa Korsa tahun ini dilaksanakan di 3 Kota berbeda, yaitu Magelang, Solo, dan Jogja selama 4 hari (9-12/05/2024) dengan total peserta 128 orang.Kegiatan ini dimulai dengan Laporan Ketua Panitia bapak Nur Salam, S.Sos., M.Pd, selaku Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum sekaligus Ketua Panitia Jiwa Korsa Tahun ini, beliau menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan semangat keakraban dan kebersamaan, meningkatkan solidaritas dan loyalitas, meningkatkan etos kerja dan produktivitas, menambah wawasan tentang pustakawan, dan meningkatkan kesadaran sapta pesona dalam berwisata, jelas ketua panitia. Selanjutnya sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Poltekpar Makassar, bapak Dr. Herry R.W., MM.Par., CHE, beliau menyampaikan semoga dengan kegiatan ini kita dapat belajar lebih banyak bagaimana mengelola desa wisata khususnya di daerah Jawa karena dosen-dosen Poltekpar Makassar juga sedang ditugaskan untuk membantu membangun dan merintis 24 kabupaten dan kota desa wisata yang terdapat di Sulawesi Selatan, jelas Direktur.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sambutan Lurah Desa Wisata Karangrejo, bapak Helly Rofikun dan Direktur Badan Otorita Borubudur, bapak Agustin Peranginangin, beliau menyampaikan harapannya Poltekpar Makassar dan Badan Otorita Borubudur bisa selaras dan senafas dengan kurikulum yang ada di kampus, dengan kolaborasi ini tetap berjalan dengan baik sebagai bagian dari Kemenparekraf.Adapun pemateri pada kegiatan ini adalah bapak Bayu Satriyo Wicaksono, SE., M.Si., CHt tentang motivasi kerja.Beberapa tempat yang dikunjungi pada Jiwa Korsa kali ini meliputi Gamplong Studio Alam, Desa Wisata Karangrejo, Lokananta, Creative HUB UMKM, Masjid Raya Sheikh Zayed, Keraton Surakarta Hadiningrat, dan Malioboro.

 

 

       

 

   

 

    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *