
MAKASSAR – Menyambut libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan, Politeknik Pariwisata Makassar menggelar kegiatan Open Campus dan Kuliah Umum pada Kamis (12/3/2026) di Balairung I Wayan Bendhi. Kegiatan ini mengangkat tema “Securing Experiences: Cyber Safety and Safety Tourism in Modern Hospitality Education” sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek keselamatan dalam kegiatan pariwisata.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas academica Poltekpar Makassar serta turut menghadirkan siswa-siswi dari SMAS PGRI 2 Tamalate. Kehadiran para pelajar ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri serta mengenali potensi risiko saat berkunjung ke destinasi wisata.
Acara diawali dengan laporan Kepala Subbagian Administrasi Mahasiswa Poltekpar Makassar, Muhammad Fajri, S.ST.Par., M.M yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai isu keselamatan dalam industri pariwisata yang terus berkembang.
Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, M.M.Par., CHE kemudian membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa kuliah umum menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif baru dari para praktisi dan pakar, sehingga mampu memahami tantangan industri pariwisata yang semakin dinamis.

Kuliah umum menghadirkan Kompol Abdul Kadir Tuhulele, SH, MH yang membawakan materi “Cyber Security in Tourism Industry”. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai potensi ancaman keamanan digital dalam industri pariwisata serta pentingnya kewaspadaan dalam memanfaatkan teknologi yang semakin terintegrasi dengan layanan wisata.
Selain itu, Poltekpar Makassar juga menghadirkan Agam Rinjani, pemandu lokal asal Makassar yang dikenal luas atas keberaniannya mengevakuasi jenazah wisatawan di jurang Gunung Rinjani dalam kondisi cuaca ekstrem. Berdasarkan pengalamannya di lapangan, Agam berbagi pengetahuan mengenai risiko yang sering terjadi di destinasi wisata, pentingnya persiapan sebelum melakukan aktivitas wisata, serta langkah-langkah pencegahan dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya safety tourism, baik dari aspek keselamatan fisik di destinasi maupun keamanan digital dalam industri pariwisata modern. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif bersama peserta.
Politeknik Pariwisata Makassar berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan mahasiswa serta mendorong mereka menjadi pelopor keselamatan wisata yang mampu menciptakan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi semua.
